Cinderella :Aku adalah Cinderella si Gadis Berdebu… itu panggilan manis dari kedua kakak tiri dan ibu tiri ku, tentunya kalian semua hampir mengenal ku. Namun sebagai pengingat, kan ku cuplik sedikit kisah hidup ku…
Aku si Gadis berdebu, keseharian ku bergumul dengan abu pemanas tungku, debu lantai sisa pijakan, dedaunan kering sampah pekarangan dan lumut hijau kamar mandi. Aku si Gadis berdebu yang terbiasa diperintah dengan teriakan sesumbar.. Mau tau bagaimana teriakannya? Ok, kan ku contohkan “Cindeeereeellllaaa….masakkan air hangat tuk mandi ku” uuggghh ..!!! Belum usai teriakan itu ku penuhi lengkingan suara baru menggema “ Cindereeeelaaaaa…cepat ambilkan sepatu baru ku…” setelah itu ku kan berlari tergopoh-gopoh untuk memenuhi semua ingin mereka, namun itu belum cukup…karena selanjutnya kan terdengar teriakan yang lebih menggelegar tanda menghakimi ku “CINDERELLLLAAAA…gadis berdebu yang lambat, cepat selesaikan tugas mu, jangan biarkan kedua puteri ku berteriak menyuruh mu, CEPAAAAT….segera kau cuci pakaian kotor setelah itu”
OOoh..malangnya nasib ku, itu ratapan dalam hati ku… kuselesaikan semua ingin mereka..lalu ku berlari mencari kesendirian dan kembali meratap akan nasib ku.. entah pada siapa ku dapat berbagi, pada tikus-tikus kecil tempat gudang peneman kesendirianku? Pada kecoa…yang gemar menggelitik jemari kaki ku? Atau pada debu yang selalu setia melekat dalam hidupku? Atau….tunggu dulu ku yakin keajaiban itu ada…oooh seandainya benar-benar ada.. ibu perii….ibu periii panggil ku dalam hati… bantu aku… ooh….seandainya saja ada pangeran tampan, kaya raya, baik hati, setia dan tak pernah memiliki amarah yang datang menjemput ku…maka ku kan terbebas dari belenggu hidup ini… dan TARAAAAAA…..tak perlu waktu lama tak perlu terlalu susah mengurai air mata, karena di hadapan ku muncul seorang Ibu Peri yang cantik, baik hati dan akan mengabulkan semua pinta ku… dia berujar “Cinderella gadis cantik, malang nian nasib mu..namun ku yakin kau percaya pada “Click at first sight” dan “Strong Chemistry” dan itu nasib baik yang kan kau miliki…” dalam sekejap… “ooooh…lihat aku menjadi cantik, baju ku indah, tangan ku halus, perhiasanku mewah…dan tentunya tidak ada debu yang melekat pada tubuh ku…” lalu ku melonjak kegirangan karena bahagia, dan segera datang kepesta dimana soulmate sejati dan aku kan memiliki “Click at first sight” dan “Strong Chemistry” dan benar saja keajaiban itu ada pangeran itu memilih ku dan hidupku dan bahagia karenanya. Hmm…kisah sedih yang selalu ber ujung pada kebahagiaan bukan? Ku rasa kelanjutannya tak perlu panjang lebar ku tuliskan disini, karena ku yakin kalian pasti sudah cukup hapal ^^
Puteri Salju :Aku Puteri salju adalah gadis cantik dengan kulit seputih salju, bibir semerah darah dan rambut sehitam kayu ebonite. Ah..tentu kalian juga sudah mengenal ku. Kecantikan ku nomor satu tak ada yang menandingi ku, namun karena kecantikan ku pula ibu tiri ku marasa tersaingi dan begitu benci pada ku. Dan karena kecantikan ku pula nasib malang menghampiri ku. Perlu ku ingatkan tentang kisah ku seperti Cinderella bercerita diatas? Hmm…rasanya tidak perlu ya? Atau…singkat cerita saja ya? Ok..ku ulas sedikit kisah hidup ku
“Aku Puteri salju dengan kulit seputih salju, bibir semerah darah dan rambut sehitam kayu ebonite (hehehe..aku suka mengulang-ulang kalimat ini), karena kecantikan ku ibu tiri ku memerintahkan suruhannya untuk membunuh ku, namun ku tidak terbunuh dan segera berlari kehutan lalu di ketemukan oleh para kurcaci (dwarve) penunggu hutan, ya..ketujuh dwarve itu terpesona dengan kecantikan ku, dan untuk melihat kecantikan ku yang amat sangat ini mereka memperbolehkan ku untuk tinggal di rumah mereka. Namun ibu tiriku orang sakti, dia tau aku si Puteri Salju masih hidup. Maka dengan kesaktiannya ibu tiri ku menyamar menjadi seorang nenek yang membawa sekeranjang buah apel merah meranum yang terlihat begitu manis, dan nenek itu memberikan sebuah apel merah itu untuk ku, lalu nyawa ku pun melayang karena apel itu beracun. Ketika para dwarve mengetahui aku tak bernyawa, mereka tak tega menguburkan ku, hingga mereka membuatkan peti kaca yang begitu indah agar mereka dapat tetap melihat kecantikan ku. Namun ada pangeran yang sedang berburu kehutan dan melihat ku yang dikiranya sedang tertidur lalu mencium ku…. TAAARRRRAAAA….yup ku kembali bernyawa….. sekian. Untuk kelanjutannya seperti kata ku diatas..kalian pasti tahu… intinya kecantikan ku pun menyelamatkan ku ^^
Bunda… apakah masih kisah-kisah penghantar tidur seperti itu yang bunda ceritakan untuk para buah hati bunda yang cantik? Semoga coretan ringan ku setelah ini dapat bermanfaat bagi para bunda agar mendidik puteri-puteri mereka untuk menjadi muslimah-muslimah tangguh seperti “Ibunda Nasibah” wanita berkuda yang turut dalam perang uhud, setelah kehilangan suami dan ketiga anaknya dalam perang tersebut, keluarga tersebut syahid berjuang dijalan Allah.
Bunda…di saat kita masih kanak-kanak tentu ada keinginan-keinginan yang tidak kunjung terpenuhi oleh kedua orang tua kita, dan saat kita telah memiliki seorang puteri rasanya kita tidak ingin puteri kita memiliki keinginan-keinginan yang tidak kita penuhi, kita manjakan ananda dengan menuruti semua permintaanya, kita manjakan mereka dengan melayani semua kebutuhannya, kita banggakan semua perilakunya yang entah baik ataupun buruk.
Bunda…tak jarang kita menyuapi anak yang sudah pandai makan sendiri namun karena asyik main seharian, tak tega rasanya kita bila tak menyuapinya atau membiarkan mereka makan sendiri..khawatir mereka sakit jika lupa makan.
Bunda…sering kita ajak mereka kepusat perbelanjaan dan apa yang puteri kita minta maka segera kita belikan, entah barang yang di pintanya bermanfaat atau tidak, namun kita tidak tega melihatnya merengek atau merajuk jika tidak kita belikan.
Bunda…kerap kali kita mengantarkan puteri kesekolah dasar namun dia tak menyandang tasnya karena bunda asyik dengan pikiran, kasihan tasnya berat. Padahal mereka sudah mampu…
Bunda…bukan tidak mungkin ketika kita membimbingnya dalam mengerjakan PR tapi justru kita yang turut mengerjakannya, dengan alasan agar nilai puteri kita bagus…
Bunda…pernahkah merapihkan barang mainannya, bukunya, tempat tidurnya setelah mereka yang menggunakannya? Padahal mereka puteri bunda yang sudah pandai untuk mengerjakan itu semua?
Bunda…seringkah bunda mendandani anak bunda seperti artis dewasa? Dengan pakaian seksi? Dengan pita berwarna-warni? Dengan pemerah bibir? Dengan perias wajah yang berlebihan?
Bunda…apakah pujian “anak bunda yang cantik” lebih sering menghiasi kalimat pujian bunda? dibanding kalimat “anak bunda yang shalehah” “anak bunda yang cerdas” “anak ku muslimah yang baik”?
Jika pernyataan dan pertanyaan diatas memang bunda lakukan dan iya jawabannya..waspadalah bunda…karena bunda sedang mengarahkan anak bunda dalam “Cinderella Complex dan Syndrome puteri salju”
Apakah bunda tega mendidik puteri bunda kelak menjadi muslimah cengeng? Menjadi sosok muslimah yang saat jatuh tak mampu bangkit sendiri? Apakah bunda kelak ikhlas jika puteri bunda nantinya selalu bergantung pada sosok orang lain? Apakah bunda mau kelak anak bunda menjadi muslimah yang penakut dan tak berani dalam berjuang untuk hidup dijalan Allah?
Jika bunda tetap mendidik mereka seperti di atas maka bunda telah memberikan kasih sayang yang akan merusak kemampuannya untuk survive di masa depan. Kasih sayang bunda dan over proteksi yang bunda berikan sejak dini tersebut sudah tidak lagi pada tempatnya, sehingga kelak dapat membunuh kemandirian puteri bunda dan membuat rendahnya Adversity Quotient
Ajarkan puteri bunda untuk menjadi muslimah yang tangguh, muslimah yang tidak cengeng, muslimah yang tidak selalu bergantung pada orang lain, Didik puteri bunda untuk mau berusaha dengan mengerahkan segenap kemampuannya. Tanamkan kemampuan pada puteri bunda agar mampu menghadapi setiap kemelut tanpa berputus asa. Jadikan puteri-puteri bunda sosok muslimah yang memiliki Adversity Quotient tinggi.
Muslimah yang memiliki adversity quotient tinggi akan memiliki kemampuan bertahan dalam setiap penderitaan, paham cara mengatasi masalah yang mennjatuhkannya, mampu menerima dan menyelesaikan setiap tantangan hidup yang ada serta memiliki Human Resillience (ilmu ketabahan manusia)
Adversity quotient tinggi tidak hanya Allah SWT berikan seketika, namun harus dilatih sejak dini ketika puteri bunda berada dalam asuhan bunda. Pantau perkembangan mereka dari aspek keimanan, ibadah kepada Allah, kekuatan mental, kekuatan fisik, kesehatan, kestabilan emosi, kemampuan sosial, keterampilan dan seksualitas yang normal sesuai usianya.
Bunda adalah orang terdekat, orang yang penuh kasih sayang, orang yang sangat berharap memiliki puteri nan shalehah… Bunda lah yang dapat mendidik mereka kelak untuk menjadi MUSLIMAH SEJATI. Jangan biarkan mereka dikemudian hari berkata “Bunda ku yang menjadikan ku seperti Cinderella..bundaku yang membuatku bermimpi menjadi Puteri salju” namun izinkan mereka dikemudian hari berujar “Bunda ku adalah sosok muslimah yang menjadikan ku muslimah sejati” aamiin Allahummaa aamiin…
Ukhti…muslimah tidak boleh cengeng, muslimah harus tegar, muslimah harus cerdas, muslimah harus mampu berjuang dan menebar kebaikan, muslimah harus tahu bahwa hanya Allah SWT tempatnya bergantung… Muslimah harus paham untuk menjadi muslimah yang tangguh bukanlah menjadi wanita yang kasar dan sesumbar namun muslimah sejati tetap berada pada fitrahnya, lembut, halus, dan penuh kasih sayang.
Tulisan di atas adalah wujud cinta ku pada Bunda dan wujud cinta ku pada akhwat fillah…insya Allah semua karena ALLAH SWT.


Sections
Categories
Recent Articles
Recent Blog Posts
myQers Aktif Sekarang
Recent Comments

Recent Forum Posts