Perbedaan antara "orang baik yang ingin berubah lalu berjuang" dengan "orang baik yang ingin berubah lalu bermimpi" adalah kerja nyata. Tentu saja pilihan kerja nyatanya berbeda, karena itu bergantung pada pemahaman. Dan dunia dakwah itu luas. tidak bergantung pada satu metode saja.
Lalu, terjun pada dunia politik adalah keniscayaan bagi setiap jama'ah yang bergerak (harokah). Kalau tidak hari ini, mungkin besok. Atau besoknya lagi.
Hatta kawan-kawan yang hari ini menyatakan enggan terjun dalam politik, esok atau lusa PASTI akan berbaur juga dalam dunia politik, karena cita-cita mereka juga sama: Menegakkan kalimat Allah di muka bumi, yang berarti kepemimpinan. Pemimpin harus berpolitik, atau bersiyasah, dan hal-hal yang ia hindari hari ini akan ia hadapi lusa. Ujian yang hari ini ia jauhi esok hari akan segera menyapanya. Kecuali dia tidak pernah bermimpi umat bersatu menyongsong kejayaan..
Yang membedakan adalah, jama'ah dakwah yang hari ini terjun lebih dulu dibanding yang lainnya akan menjadi pionir, karena setidaknya dia lebih dulu mengalaminya. Pasti akan terseok-seok, sedikit terperosok, tapi yang jelas dia belajar.
Atau bahkan mungkin hancur, jika Allah menghendaki. Tapi kehancurannya memberikan pelajaran bagi para pejuang sesudahnya. Kesalahannya akan menjadi peringatan, dan Allah Maha Mencatat amal baik setiap hambaNya.
Tapi para pejuang yang meneruskan tidak akan pernah mencela. Mereka hanya berdo'a,
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Yang maknanya, "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka, akan berdoa, "Ya robb, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya robb, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang" (Q.S. Al Hasyr : 9)
Seperti orang-orang yang pernah menolak dengan keras "berdakwah di dunia internet" karena menurutnya "internet madharatnya jauh lebih besar dibanding manfaatnya." Sekarang mereka terlibat juga. Dan ternyata sama tergagap-gagapnya seperti para pendahulu mereka.
MYQURAN tentu lebih dulu dalam dakwah ini, jadi dia sudah punya kontrol. Dulu ia banyak dicela, dan tidak sedikit yang meragukan kebersihan ideologinya. Tapi hanya yang bertahan dalam kebenaran yang akan ditunjukkan jalannya oleh Allah.
Maka, mulailah belajar dengan arif. Jika belum melakukannya, jangan sampai mencelanya. Kalaupun mau meluruskan, lakukanlah dengan dasar kecintaan, bukan kebencian. Karena, jika tidak hari ini, kita akan menghadapinya esok hari...
Wallahu A'lam...


Sections
Categories
Recent Articles
Recent Blog Posts
myQers Aktif Sekarang
Recent Comments

Recent Forum Posts